Kec. Tembelang, Kab. Jombang - Jawa Timur
JOMBANG, KabarJombang.com – Pemerintah Kabupaten Jombang terus menggencarkan pengembangan ekonomi berbasis komunitas melalui pembentukan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hingga awal Oktober 2025, tercatat 306 koperasi telah resmi terbentuk dan berbadan hukum. Namun, dari jumlah tersebut, baru sekitar 30 koperasi yang aktif menjalankan unit usaha.
Data ini diungkapkan berdasarkan pemantauan dari Sistem Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes) milik Kementerian Koperasi dan UKM. Fakta ini menunjukkan bahwa pembentukan koperasi baru merupakan langkah awal, sementara tantangan terbesar justru terletak pada mengaktifkan koperasi agar benar-benar berjalan dan produktif.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jombang, Hari Purnomo, mengakui masih adanya kesenjangan antara legalitas dan aktivitas koperasi. Menurutnya, pemerintah saat ini sedang memfokuskan upaya pada penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) serta pendampingan intensif kepada pengurus koperasi.
“Koperasi yang sudah berbadan hukum itu pondasinya. Tapi agar koperasi bisa mandiri dan berkontribusi ke ekonomi desa, dibutuhkan pengelolaan yang benar. Fokus kami saat ini adalah meningkatkan kompetensi pengurus dan mengarahkan mereka memilih unit usaha yang sesuai dengan potensi lokal,” ujar Hari saat dikonfirmasi pada Jumat (10/10/2025).
Menurut Hari, jenis usaha yang sudah dijalankan oleh koperasi yang aktif cukup beragam, mulai dari gerai sembako, hingga usaha produktif lainnya yang menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi desa masing-masing.
Dinas Koperasi juga secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi lapangan terhadap koperasi-koperasi yang sudah terbentuk. Tim khusus diturunkan untuk memastikan koperasi yang telah dibentuk tidak hanya aktif secara administratif, tetapi juga benar-benar memberi dampak ekonomi.
“Kami tidak ingin koperasi hanya hidup di atas kertas. Karena itu, evaluasi dan pembinaan akan terus kami lakukan. Koperasi yang belum aktif akan kami dampingi agar segera bisa berjalan,” tambahnya.
Salah satu koperasi yang dinilai berhasil membangun model usaha yang berkelanjutan adalah KDKMP Desa Pulogedang. Koperasi ini telah menjalin kolaborasi dengan BUMDes dan Dapur SPPG untuk mendukung pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.
Keberhasilan KDKMP Pulogedang disebut tidak terlepas dari peran aktif kepala desa yang terlibat langsung dalam pengawasan dan dukungan kelembagaan.
Hari berharap, kisah sukses ini bisa menjadi inspirasi bagi koperasi lainnya di Jombang. Namun, ia menekankan bahwa tantangan ke depan adalah mengaktifkan ratusan koperasi yang masih pasif, agar dapat benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi desa.
© Copyright
Koperasi Desa Merah Putih Pulogedang